π Executive Summary
βRingkasan eksekutif berisi gambaran umum total pelanggan, tingkat churn, dan performa model prediksi XGBoost untuk PT XYZ.
Gambaran umum basis pelanggan, risiko churn, dan performa model β PT XYZ
Total Pelanggan
0
Seluruh data pelanggan tercatat di database
Semua segmen
Diprediksi Churn
0
Pelanggan berisiko tidak kembali bertransaksi
β Perlu tindakan
Diprediksi Tetap Aktif
0
Pelanggan yang diperkirakan tetap setia
β Terjaga
Tingkat Churn
0%
Persentase pelanggan berisiko dari total basis
Peringatan tinggi
AUC Internal Test
0.95
Akurasi model pada data uji 2024
Sangat Baik
AUC OOT Validation
0.85
Akurasi model pada data baru 2025 (belum pernah dilihat)
Baik
π Temuan Utama
62.30% pelanggan (12.086 orang) diprediksi akan churn oleh model XGBoost, sedangkan tingkat churn aktual (ground-truth) pada data validasi OOT adalah 91.76% (17.800 orang). Hal ini menunjukkan perlunya evaluasi mendalam terhadap strategi retensi pelanggan perusahaan.
Model XGBoost mencapai performa AUC sebesar 0.95 pada data uji internal (2024) dan mempertahankan 0.85 pada validasi out-of-time (2025), membuktikan model sangat andal memprediksi data baru yang belum pernah dilihat.
Segmen Loyal Customers (5.166 orang) menyumbang porsi pendapatan terbesar dengan rata-rata belanja Rp 1,88 Juta per pelanggan meskipun jumlahnya lebih sedikit β segmen ini perlu dijadikan prioritas utama dalam perencanaan retensi pelanggan.
π― Analisis Segmentasi Pelanggan
βSegmentasi menggunakan metode K-Means berdasarkan RFM (Recency = kapan terakhir belanja, Frequency = seberapa sering, Monetary = total belanja).
Segmentasi berbasis RFM β profiling perilaku belanja pelanggan
π΄ At-Risk Customers
16.818
Pelanggan
Pelanggan pasif. Recency buruk (~677 hari), frekuensi 1,7 kali. Populasi terbesar yang perlu dievaluasi.
π£ Lost Customers
14.977
Pelanggan
Pembeli sekali coba. Hanya 1 transaksi, nominal Rp 95 Ribu. Recency 670 hari.
π’ Recent / Potential
3.336
Pelanggan
Pelanggan aktif terbaru. Recency terbaik (~112 hari), perlu di-nurture agar tetap loyal.
π΅ Loyal Customers
5.166
Pelanggan
Pelanggan setia. Frekuensi 9 kali, belanja Rp 1,88 Juta. Tapi sudah 1,4 tahun tidak aktif.
Customer Count per Segment
Distribution of customers across RFM-defined segments
Revenue Contribution per Segment
Monetary value share by segment β treemap perspective
Recency vs. Monetary β Segment Positioning Map
Bubble size represents customer count. Ideal position: high recency (right), high monetary (top)
π Temuan Segmentasi
Cluster 0: "At-Risk Customers / Pelanggan Pasif" (16.818 Orang)
Sifat Asli: Memiliki Recency yang cukup buruk (rata-rata 677 hari atau nyaris 2 tahun tidak belanja), dengan frekuensi belanja rendah yaitu 1,7 kali, dan menghabiskan uang rata-rata Rp 436 Ribu.
Analisis: Ini adalah kelompok populasi terbesar di perusahaan. Mereka pernah membeli produk PT.XYZ lebih dari sekali di masa lalu, namun kini sudah sangat lama tidak kembali. Tim Marketing perlu mengevaluasi mengapa kelompok sebesar ini berhenti berbelanja.
Sifat Asli: Memiliki Recency yang cukup buruk (rata-rata 677 hari atau nyaris 2 tahun tidak belanja), dengan frekuensi belanja rendah yaitu 1,7 kali, dan menghabiskan uang rata-rata Rp 436 Ribu.
Analisis: Ini adalah kelompok populasi terbesar di perusahaan. Mereka pernah membeli produk PT.XYZ lebih dari sekali di masa lalu, namun kini sudah sangat lama tidak kembali. Tim Marketing perlu mengevaluasi mengapa kelompok sebesar ini berhenti berbelanja.
Cluster 1: "Lost Customers / Pembeli Sekali Coba" (14.977 Orang)
Sifat Asli: Rata-rata hanya berbelanja 1 kali (Frequency 1.01), menghabiskan nominal terkecil yaitu hanya Rp 95 Ribu. Recency-nya mencapai 670 hari (mendekati 2 tahun lalu).
Analisis: Ini kemungkinan besar adalah pelanggan iseng yang hanya mencoba-coba beli sedikit produk atau produk termurah PT.XYZ di masa lalu, dan tidak pernah kembali lagi.
Sifat Asli: Rata-rata hanya berbelanja 1 kali (Frequency 1.01), menghabiskan nominal terkecil yaitu hanya Rp 95 Ribu. Recency-nya mencapai 670 hari (mendekati 2 tahun lalu).
Analisis: Ini kemungkinan besar adalah pelanggan iseng yang hanya mencoba-coba beli sedikit produk atau produk termurah PT.XYZ di masa lalu, dan tidak pernah kembali lagi.
Cluster 2: "Recent / Potential Customers" (3.336 Orang)
Sifat Asli: Memiliki nilai Recency terbaik dibandingkan cluster lain, yaitu berbelanja rata-rata 112 hari lalu (sekitar 3,5 bulan yang lalu). Frekuensi belanjanya di angka 1,79 kali dengan nominal belanja rata-rata Rp 357 Ribu.
Analisis: Ini adalah kelompok pelanggan yang masih cukup "segar" dan aktif baru-baru ini. Karena mereka belum lama bertransaksi, Tim Marketing harus segera memberikan treatment (seperti promo lanjutan) agar mereka semakin betah dan frekuensi belanjanya bisa meningkat.
Sifat Asli: Memiliki nilai Recency terbaik dibandingkan cluster lain, yaitu berbelanja rata-rata 112 hari lalu (sekitar 3,5 bulan yang lalu). Frekuensi belanjanya di angka 1,79 kali dengan nominal belanja rata-rata Rp 357 Ribu.
Analisis: Ini adalah kelompok pelanggan yang masih cukup "segar" dan aktif baru-baru ini. Karena mereka belum lama bertransaksi, Tim Marketing harus segera memberikan treatment (seperti promo lanjutan) agar mereka semakin betah dan frekuensi belanjanya bisa meningkat.
Cluster 3: "Loyal Customers / Pelanggan Setia" (5.166 Orang)
Sifat Asli: Mereka berbelanja dengan frekuensi tertinggi mencapai rata-rata 9 kali (Frequency 9.07) dan telah menghabiskan rata-rata Rp 1,88 Juta (Rp 1.885.154). Namun, Recency mereka berada di angka 523 hari (sekitar 1,4 tahun lalu).
Analisis: Ini adalah mantan pahlawan ritel perusahaan. Mereka dulu sangat menyukai produk PT.XYZ (terbukti rata-rata belanjanya sampai 9 kali), tapi entah kenapa sudah lebih dari setahun belum belanja lagi. Perusahaan harus memprioritaskan kampanye win-back (seperti voucher spesial) untuk memanggil mereka kembali.
Sifat Asli: Mereka berbelanja dengan frekuensi tertinggi mencapai rata-rata 9 kali (Frequency 9.07) dan telah menghabiskan rata-rata Rp 1,88 Juta (Rp 1.885.154). Namun, Recency mereka berada di angka 523 hari (sekitar 1,4 tahun lalu).
Analisis: Ini adalah mantan pahlawan ritel perusahaan. Mereka dulu sangat menyukai produk PT.XYZ (terbukti rata-rata belanjanya sampai 9 kali), tapi entah kenapa sudah lebih dari setahun belum belanja lagi. Perusahaan harus memprioritaskan kampanye win-back (seperti voucher spesial) untuk memanggil mereka kembali.
π Analisis Churn Pelanggan
βChurn = pelanggan yang berhenti atau sangat jarang bertransaksi. Model XGBoost memprediksi siapa yang berisiko tinggi agar bisa segera ditindaklanjuti.
Prediksi churn XGBoost β distribusi tingkat risiko dan daftar pelanggan prioritas
Risk Level Distribution
Count of customers per churn risk tier
Predicted Churn
Overall churn prediction split
Churn
Churn (17.8K)
Non-Churn (1.6K)
High-Risk Customer Roster
Customers with highest churn probability β prioritize immediate contact
All (9,826)
Churn Prob β₯ 4.0
Churn Prob 3β4
Churn Prob 2β3
Churn Prob <2
| # | Customer Name | Frequency | Monetary (Rp) | Avg. Trx Value | Churn Score | Risk Level |
|---|
Showing top results Β· 0 records matching filter
π Churn Analysis Findings
11,700 customers are classified as High Risk β the largest risk group, representing a major retention challenge and representing the largest group identified as having elevated churn risk.
SUMIATI leads with the highest churn score of 5.89 despite 65 transactions and Rp 17.7M in spend β signaling disengagement despite historical loyalty, possibly due to declining transaction consistency.
Customers with frequency β₯ 20 but high churn scores are the most valuable recovery targets β they know the brand but have reduced activity, making re-engagement cost-effective.
π Evaluasi Performa Model
βAUC (Area Under Curve) mengukur seberapa baik model membedakan pelanggan churn vs non-churn. Semakin mendekati 1.0, semakin akurat model.
Skor AUC XGBoost β Uji Internal (2024) vs Validasi Out-of-Time (2025)
Internal Test (2024)
AUC on held-out 2024 data
0.95
AUC
Excellent β Model correctly
ranks 95% of customer pairs
ranks 95% of customer pairs
OOT Validation (2025)
AUC on unseen 2025 data
0.85
AUC
Very Good β Stable generalization
across new time period
across new time period
AUC Comparison
Internal vs OOT performance delta
Ξ Drop = β0.10 β acceptable degradation for temporal shift
π Model Evaluation Findings
An AUC of 0.95 on internal test places this model in the "excellent" range β it can reliably distinguish churners from non-churners, indicating a strong ability to distinguish churn and non-churn customers.
The 0.85 OOT AUC in 2025 confirms the model generalizes to new data without overfitting β a 10-point drop is within acceptable bounds for time-series validation and indicates indicating that the model remains stable when evaluated on unseen data.
Recommendation: conduct periodic model evaluation with new transaction data to maintain AUC above 0.80 as customer behavior evolves throughout the year.
π Analisis Feature Importance
βFeature Importance menunjukkan variabel mana yang paling berpengaruh terhadap prediksi churn. Variabel teratas = paling menentukan apakah pelanggan akan pergi.
Perilaku pelanggan mana yang paling mempengaruhi prediksi churn β diurutkan berdasarkan skor penting XGBoost
Importance Ranking
Contribution score per feature
Feature Importance β Visual Chart
Normalized importance scores (0β1 scale)
π Feature Importance Findings
AvgTransactionValue (32%) is the #1 predictor β customers whose average purchase drops significantly are most likely to churn. Monitor for any 20%+ decline in rolling 3-month average transaction value.
StdTransactionValue (17%) captures inconsistency β customers with erratic spending (high variation) are signaling disengagement. Use consistency-based loyalty rewards to stabilize behavior.
AvgQty (12%) and Frequency (11%) together indicate volume commitment. Create bulk-purchase incentives and subscription programs to lock in recurring orders and reduce churn probability.
NumCategories (9%) shows that cross-category buyers are more loyal β expand product discovery through bundle promotions and category recommendations to diversify customer baskets.
π Rekomendasi Manajerial
βStrategi retensi pelanggan yang dapat langsung diimplementasikan oleh tim PT XYZ berdasarkan hasil segmentasi dan analisis churn.
Strategi retensi pelanggan yang dapat diterapkan berdasarkan hasil segmentasi dan analisis churn
π΄ Priority 1 β Immediate
Activate High-Risk Win-Back
Contact all 11,700 High-Risk customers within 7 days via WhatsApp blast + personalized discount (10β15%). Focus on the top 200 by monetary value first β they represent disproportionate revenue.
β Target: Top 200 high-spend + high-churn customers
π‘ Prioritas 2 β 30 Hari
Program VIP untuk Loyal Customers
5.166 Loyal Customers pernah bertransaksi rata-rata 9 kali dan menghabiskan Rp 1,88 Juta. Implementasikan program account manager khusus, harga spesial berjenjang, dan akses prioritas stok produk baru agar mereka kembali aktif.
β Tawaran: Voucher win-back + hadiah loyalitas eksklusif
π΅ Priority 3 β 60 Days
Loyal Customers Upsell Program
17K Loyal Customers are recently active β this is the optimal window for upselling. Introduce bundle products, subscription kits, and referral bonuses to increase transaction value and basket diversity.
β Tactic: Bundle offers + referral incentives
π’ Priority 4 β Ongoing
Transaction Value Monitoring
Since AvgTransactionValue is the top churn predictor, implement automated alerts when a customer's 3-month rolling average drops >20%. Trigger a personalized recovery offer before they fully disengage.
β Tool: Automated CRM alert + auto-offer trigger
π£ Priority 5 β 90 Days
Re-engage Lost Customers
3K Lost Customers with low recency can be reactivated with a strong "We Miss You" campaign. Offer an exclusive comeback deal valid for 14 days. This segment may be targeted through re-engagement initiatives and personalized communication.
β Message: "We Miss You" + 14-day exclusive offer
π· Priority 6 β Quarterly
Model Refresh & Monitoring
Retrain the XGBoost model quarterly with new transaction data to maintain AUC above 0.80. Schedule a monthly RFM recalculation to keep segment assignments current as customer behaviors evolve.
β Schedule: Monthly RFM + Quarterly model retrain
π Research Conclusion
This analysis successfully fulfills all 5 thesis objectives: RFM segmentation delivered 4 clear behavioral clusters; XGBoost identified 91.76% of customers at churn risk; the model achieved AUC 0.95 (internal) / 0.85 (OOT); AvgTransactionValue emerged as the top churn driver; and 6 actionable retention strategies have been formulated for PT XYZ.